Beranda »


representation-of-al-dajjal
Dajjal memiliki tiga sisi. Dajjal sebagai oknum. Dajjal sebagai gejala sosial budaya global. Dajjal sebagai kekuatan gaib[1]. Meskipun kata “Dajjal” – dari bahasa Arab artinya “menipu”, “mencurangi” atau “melumuri”- tidak tercantum dalam Qur’an, namun Dajjal dirinci dengan jelas dalam semua kitab-kitab hadits[2] utama, termasuk dalam kitab hadits-hadits shahih yang masyhur dari Imam al-Bukhari dan Imam Muslim (terutama pada bab-bab mengenai saat-saat menjelang kiamat), juga di dalam kitab-kitab hadits lain seperti Mishkat al-Masabih, Riyadush Shalihin dan al-Muwwafa’ dari Imam Malik :
Abdullah bin ‘Umar ra[3] mengabarkan:
Nabi Muhammad saw[4] berdiri dan berkata pada umatnya, setelah memuji Allah yang Maha Agung dan Maha Terpuji, beliau bersabda mengenai Dajjal, ‘Aku memperingatkan kalian dari dia, tak seorang nabi pun yang tidak memperingatkan umatnya dari dia – bahkan Nabi Nuh telah memperingatkan umatnya dari dia. Tapi aku akan mengabarkan sesuatu yang belum pernah disampaikan oleh Nabi mana pun sebelum aku: Hendaklah kalian tahu bahwa Dajjal itu bermata satu, dan Allah tidak bermata satu.” (diriwayatkan oleh Muslim)
Dari Abu ad-Dira ra:
Nabi Muhammad saw bersabda, “Barangsiapa menghapal sepuluh ayat pertama surat al-Kahfi akan terlindung dari Dajjal.” (diriwayatkan oleh Abu Da’ud dan Muslim).
Abdullah bin Abbas ra mengabarkan:
Nabi Muhammad saw biasa mengajarkan doa ini dengan cara seperti beliau mengajarkan sebuah surat dari Qur’an:
‘Allaahumma innii a’uudzu bika min adzaabi jahannama, wa a’uudzu bika min adzaabil-qabri, wa a’uudzu bika min fitnatil-Masihid-Dajjal, wa a’uudzu bika min fitnatil-mahyaa wal-mamaati.”
“Ya Allah, aku berlindung padaMu dari siksa Neraka, dan aku berlindung padaMu dari siksa kubur, dan aku berlindung padaMu dari fitnah[5] Dajjal. Dan aku berlindung padaMu dari fitnah kehidupan dan kematian.” (diriwayatkan oleh Imam Malik)
“Al-Masih ad-Dajjal” secara harfiah berarti “Mesiah Palsu” yaitu “Juru Selamat Palsu”, alias “si AntiKristus[6]” – berlawanan dengan “Al-Masih bin Maryam” yang berarti “Mesiah putera Maryam”, yaitu Nabi ‘Isa as.[7]
Abdullah bin ‘Umar ra mengabarkan bahwa:
Nabi Muhammad saw bersabda, “Semalam aku bermimpi aku berada di Ka’bah, dan aku melihat seorang pria berkulit gelap bagaikan pria berkulit gelap yang paling rupawan dari yang pernah kalian lihat. Rambutnya sepanjang di antara telinga dan bahunya, seperti rambut yang terindah yang pernah kalian lihat. Rambutnya baru disisirnya, dan masih menitikkan air. Dia bersandar pada dua pria atau pada bahu dua pria yang sedang bertawaf keliling Ka’bah. Aku bertanya, ‘Siapa dia?’ Dijawab, Al-Masih bin Maryam.’ Kemudian aku melihat seseorang berambut meliat-liut dan buta mata kanannya, bagaikan anggur mengambang. Aku bertanya, ‘Siapa dia?’ Dijawab, ‘Itu Al Masih ad-Dajjal.’” (diriwayatkan oleh Imam Malik).
Pada suatu saat di antara kini dan kiamat: Dajjal pasti akan datang.
Pernah di suatu penghujung sore Nabi Muhammad saw duduk bersama para sahabatnya ra. Kala itu matahari hampir mulai tenggelam ke balik sebuah dinding. Nabi bersabda bahwa selang waktu mereka duduk di sore itu ke hari kiamat, adalah sedekat jarak matahari ke ujung atas dinding itu. Padahal peristiwa itu telah berlangsung lebih dari seribu empat ratus tahun yang lalu.
Dalam Qur’an Allah menegaskan bahwa, orang yang ditanya tentang saat Kiamat sama tidak tahunya dengan orang yang bertanya. Allah juga berfirman bahwa manusia hanya diberi sedikit pengetahuan tentang saat Kiamat. Tak seorang pun mengetahui kapan tepatnya, namun Allah menunjukkan di Qur’an bahwa mungkin saatnya lebih dekat daripada sangkaan kita. Bagi anda, setidaknya kiamat terjadi ketika anda meninggal.
Abu Hurairah ra mengabarkan:
Nabi Muhammad saw bersabda, “Ada lima perkara yang tidak diketahui siapa pun kecuali oleh Allah,” kemudian beliau menyebutkan:
Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat; dan Dia-lah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorang
pun dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui, Maha Mengenal. (Qur’an: surat Luqman 34)
(diriwayatkan oleh Muslim)
Banyak pertanda kiamat yang diungkapkan secara jelas dalam kitab-kitab hadits, dan pertanda itu akan diketahui dan dikenali oleh siapa saja yang sadar dan awas pada segala pertanda yang ada pada dirinya dan kawasannya. Kini, sebenarnya sudah hampir semua pertanda kiamat nampak, kecuali empat tanda utama terakhir, bahkan tanda-tanda ini pun nampaknya akan segera terwujud.
Adapun beberapa tanda yang sudah nampak adalah: bahwa si miskin dan si papa membangun gedung-gedung tinggi tempat mereka memuja dirinya; bahwa hamba perempuan akan melahirkan majikannya, salah satu pengertiannya adalah seorang ibu yang diperbudak oleh pekerjaannya demi anak-anak yang ketika dewasa tak terkendali, menjajah dan menindas keluarga; bahwa jumlah wanita jauh melebihi jumlah pria; bahwa banyak wanita yang tidak lagi melahirkan; bahwa setiap orang mempersoalkan masalah pekerjaan hingga tidak hanya kaum pria, kaum wanita pun pergi bekerja; bahwa tali kekeluargaan sudah diabaikan atau dicampakkan; bahwa pangan akan berlimpah, namun sebagian besar tidak berkah
Bahwa ketika seseorang ditawari makanan akan menolak; bahwa waktu menjadi singkat; bahwa banyak orang.yang keras hati dan bengis; bahwa banyak orang yang bersumpah palsu; bahwa yang jujur tak lagi dipercaya dan para pendusta dipercaya; bahwa yang kuat akan memangsa yang lemah; bahwa sangat sedikit orang yang bijaksana dan banyak yang jahil; bahwa sang pemimpin adalah yang terburuk dari masyarakatnya; bahwa rakyat begitu takut kepada penguasa lalim, sehingga mereka bahkan tidak berani untuk mengatakan padanya bahwa dia lalim; bahwa akan terjadi banyak perang dan pembunuhan; yang membunuh tidak tahu siapa yang dibunuh, dan yang dibunuh tak tahu kenapa mereka dibunuh; bahwa terdapat manusia yang berperilaku seperti binatang;
Bahwa terdapat wanita-wanita yang berpakaian seolah kulit kedua, hingga sekalipun berpakaian mereka tetap terlihat telanjang; bahwa banyak orang menenggak minuman keras; bahwa perzinahan dan perselingkuhan menjadi perkara lumrah; bahwa pria meniduri pria, dan wanita meniduri wanita; bahwa kaum pria mengenakan sutera; bahwa para biduanita dan peralatan musik memasyarakat; bahwa riba sudah sangat merebak, sehingga mereka yang tidak berkecimpung pun tetap terkena getahnya; bahwa sangat sedikit orang yang jujur dalam perniagaannya; bahwa orang-orang tidak mempercayai orang jujur tapi mempercayai penipu; bahwa tulis-menulis tersebar luas; bahwa diadakan upaya-upaya untuk menghijaukan gurun; bahwa orang akan mencoba untuk merubah keseimbangan alam, ikut campur mengganggu daur dasar dan proses-proses kehidupan; bahwa gempa bumi dan bencana alam lainnya semakin sering dan semakin dahsyat; bahwa orang-orang ingin mati dan masuk kubur saja; bahwa banyak orang lebih percaya pada perbintangan dibanding kepada Allah; bahwa banyak sekali nabi palsu dan semuanya mengaku sebagai utusan Allah; bahwa di tempat-tempat peribadatan suara-suara dikeraskan dengan amarah; bahwa banyak Muslim menjadi kaya raya; bahwa jumlah Muslim banyak tapi tak berdaya – karena cinta dunia dan takut mati – mereka tak mampu mencegah bangsa-bangsa lain menjajah dan menjarah mereka; dan puncaknya adalah bahwa matahari terbit dan barat, salah satu pengertiannya adalah transaksi kehidupan[8] Islam diamalkan oleh masyarakat barat - walau sudah jelas dari kitab-kitab hadits bahwa kejadian di bawah ini pun ditakdirkan akan terjadi secara lahiriah:
Dari Abdullah bin Amr ra:
Nabi Muhammad saw bersabda, “Tanda-tanda pertama (saat Kiamat) adalah matahari akan terbit dari barat dan munculnya Dabbah[9] ke hadapan manusia menjelang tengah hari. Yang mana pun dari kedua ini terjadi lebih dulu, maka yang lain akan segera menyusul.” (diriwayatkan oleh Muslim).
Ibnu Katsir, dalam ulasannya berpendapat bahwa kemunculan Dabbah – di Mekah atau di sekitarnya – adalah tanda pertama di muka bumi, sedangkan matahari terbit di barat merupakan tanda pertama di langit. Menyimpulkan dari keterangan Qur’an dan hadits mengenai Dabbah, Ibnu Katsir menulis di kitabnya al-Bidayah wan-Nihayah, sebagai berikut:
Salah satu tanda kiamat adalah munculnya Dabbah dari perut bumi, wujudnya sangat ganjil dan ukurannya raksasa; bahkan tak seorang pun bisa membayangkan seperti apa rupanya. Dabbah akan keluar dari perut bumi lalu mengibaskan debu dari kepalanya. la akan membawa cincin Nabi Sulaiman dan tongkat Nabi Musa. Orang-orang akan ngeri dan mencoba melarikan diri, tapi mereka tidak akan bisa Iolos karena demikianlah takdir Allah. Dengan tongkatnya, Dabbah akan menghancurkan hidung setiap orang kafir, lalu menorehkan kata “kafir” di kening mereka; Ia akan menghiasi wajah setiap orang beriman, lalu menorehkan kata “mu’min” di kening mereka; dan Dabbah pun akan berbicara pada manusia.
Selain terbitnya matahari dari barat dan kemunculan Dabbah dari perut bumi, hadits juga menerangkan tentang tanda-tanda utama lain yang masih akan terjadi, diantaranya ad-Dukhan (Asap) – yang akan menggiring manusia dari timur ke barat; penghancuran Madina al-Munawarra; penghancuran Ka’bah di Mekkah oleh orang Ethiopia yang bernama Zhu’l-Suwaiqatain; dan terjadinya tiga tanah longsor dahsyat – satu di Timur, satu di Barat, dan satu di Semenanjung Arab – lalu menyemburlah api dari arah Aden[10] yang akan menggiring manusia ke tempat perhimpunan terakhir.
Menurut sebagian besar ahli tafsir, peristiwa-peristiwa di atas akan terjadi setelah empat tanda utama terakhir kiamat terjadi, yaitu: munculnya si Dajjal; kedatangan Mahdi, pemimpin rasyid[11] para Muslim yang akan memerangi Dajjal; muncul kembalinya Nabi ‘Isa as yang tidak saja akan menghancurkan semua salib, membunuh semua babi, menikah, berketurunan dan beribadat bersama para Muslim, bahkan beliaulah yang akan membunuh Dajjal; dan munculnya Yajuj wa Majuj (Gog dan Magog[12], suatu suku yang akan menyebar ke segenap penjuru bumi membuat kerusakan. (Bersambung)


[1] Diambil dari kata ghaib. tidak nampak, ada tapi tak terlihat / terasa
[2] Hadits merupakan catatan mengenai apa yang dikatakan dan / atau dilakukan oleh Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wassalam, dicatat sesuai aslinya dan didapat metalui rantai penyampaian lisan orang-orang yang terpercaya (§ isnad, atau lebih dikenal dengan sanad §).
[3] Singkatan dan Radhiallaahu’anhu (atau ‘anha, ‘anhumma dan ‘annum), artinya: semoga Allah meridhainya (atau meridhai mereka). Dianjurkan untuk dibaca dengan lengkap. §
[4] Singkatan dari Shalallaahu ‘alaihi wa sallam, artinya: semoga Allah memberkati dan menyejahterakannya. Ibid.
[5] 5 Fitnah (b. Arab): cobaan, ujian atau gangguan; inilah yang dimaksud dalam doa di atas. Fitnah dalam bahasa Indonesia adalah namimah dalam bahasa Arab. Kata fitnah sering disalah-artikan karena mempunyai dua makna, yaitu makna bahasa Arab dan makna bahasa Indonesia.
[6] 1 Istilah ini sering dipakai Kristen dan khalayak di negara-negara barat. alias the AntiChrist. Secara harfiah, AntiKristus berarti AntiYesus berarti musuhnya (lawannya) Nabi ‘Isa as.
[7] Singkatan dari ‘alaihi as-Salam (atau alaihumu), artinya. semoga Ia (atau mereka) sejahtera. Dianjurkan untuk dibaca dengan lengkap
[8] Penulis buku ini menggunakan istilah life transaction untuk menggambarkan arti ad-Din yang sebenarnya.
[9] Dabbat al-’Ard : ‘binatang’ yang akan keluar dari perut bumi. (Qur’an; surat An-Naml 82)
[10] Nama Kota di Yaman
[11] Artinya: yang dibimbing Allah. Bacalah juga menganai Khulafa ar-Rasyidun di bab Kosa Kata. §
[12] Diambil dari Gog and Magog, nama-nama ini muncul di Bibel, sedangkan nama-nama Yajuj wa Majuj muncul di al-Qur’an. Bila kita menilik linguistiknya, maka keduanya sebenarnya sama.

Dinukil dari buku “Dajjal the AntiChrist” karangan Syekh Ahmad Thomson




Powered by Blogger.