Beranda » Keagungan dari sebuah batu Hitam

Keagungan dari sebuah batu Hitam



Penduduk Indonesia lebih dari 60% mayoritas memeluk agama islam, 40% lainnya memeluk agama Kristen, khatolik, hindu, budha, dan konghucu. Bermacam-macam pula orang yang menganut aliran di Indonesia. Kewajiban berhaji untuk umat islam membuat banyak peruahaan atau instansi yang membuka paket pemberangkatan haji jalur khusus (ONH) maupun umrah, walaupun harga lebih tinggi, dibanding dengan menunggu mendapatkan kursi dalam jangka waktu yang cukup lama. Demi melengkapi rukun islam yang ke lima, masyarakat khususnya umat islam di seluruh dunia setiap tahunnya memenuhi Mekkah Al-muqaromah untuk menunaikan ibadah Haji.
Ke arah Ka’bah lah umat islam mengarah ketika mendekatkan diri kepada Alloh SWT diwujudkan dengan kita melakukan sholat wajib sebanyak lima rakaat ditambah dengan sholat sunnah lainnya. Dan Ka’bah yang berada di tanah suci Mekah Al-muqaramah selalu di banjiri para jamaah haji dari berbagai negara setiap tahun nya. Berdiri tegak dengan ketinggian sekitar 12 metter, Ka’bah yang suci mengurai keagungan-Nya yang di tutupi dengan tirai hitam berisi tulisan kaligrafi yang berwarna emas. Tirai itu sendiri disebut dengan nama qiswah yang kabar nya berharga hingga milyaran rupiah. Kiswah membentang menutupi bangunan Ka’bah hingga menampilkan keagungan-Nya tersendiri. Fungsi awal kiswah itu sendiri sebenarnya berfungis sebagai pelindung bangunan ka’bah dari hal-hal yang bisa membuat bangunan ka’bah menjadi rusak atau kotor, seperti banyak nya debu yang bertebaran, panas yang menyengat di negara Arab Saudi, dan hujan yang kadang membawa kotoran-kotoran dari langit.
Kiswah yang menutupi bangunan Ka’bah ini selalu di ganti setiap tahun sekali. Proses penggantian Kiswah merupakan pemandangan lain yang langka. Dari luar bangunan suci Ka’bah memang memperlihat kan keagungan nya, sebagai patokan arah kiblat umat muslim di seluruh dunia. Ka’bah yang terletak di tanah suci Mekkah memang begitu agung. Lantas seperti apa bentuk ruang dalam Ka’bah yang suci itu? Ini lah yang membuat kita semua penasaran. Dari banyak referensi yang bisa dengan mudah kita temukan di dunia maya, bagian dalam Ka’bah sebenar nya sangat sederhana. Tetapi tetap saja memasuki bangunan ini tidak bisa sembarang orang.
Ka’bah yang suci nan agung, keagungan lain hadir di sekeliling nya. Mulai dari makam Nabi Ibrahim yang berada tidak jauh dari pintu nya, batu hitam yang di kenal sebagai Hajar aswad dan Masjidil Harram yang kokoh mengelilingi bangunan suci Ka’bah. Salah satu hal yang menakjupkan adalah memang batu hitam yang di kenal dengan Hajar aswad, batu ini sendiri di yakini berasal dari surga dan yang meletakan pertama kali di Ka’bah adalah nabi Ibrahim as yang makam nya terletak tidak jauh dari situ. Memiliki aroma yang khas batu Hajar aswad konon dahulu berwarna putih dan memiliki sinar terang yang kabar nya dapat menerangi seluruh negara Arab. Mencium batu Hajar aswad selalu menjadi sunah dari nabi Muhammad yang lalu di ikuti oleh semua umat islam yang berziarah kesana. Dan banyak yang mempercayai jika seseorang dapat mencium hajar aswad dijamin dapat masuk surga.
Sebagian umat muslim meyakini, batu itu berasal dari surga yang diturunkan ke bumi saat Nabi Ibrahim ingin menandai tempat di mana para jamaah mengelilingi Ka’bah sebagai bagian dari ritual “Tawaf” yaitu mengelilingi ka’bah sebanyak tujuh kali. Hajar Aswad menjadi bagian yang tak terpisahkan dari Ka’bah, menandai awal dan akhir dari ritual “Tawaf”. Ia adalah salah satu situs suci Islam yang paling dilihat, disentuh, dan dicium. Bahkan sebelum peradaban Islam, ia telah menjadi pilar suci bagi masyarakat Arab.
Meinar Aji



Powered by Blogger.